Duniaku
Bersama Covid-19
Oleh: Nur Laeli
Pertengahan
bulan Maret 2020 adalah sebuah awal perubahan besar yang terjadi di seluruh
dunia, tak terkecuali di indonesia dan lebih kecil lagi didaerahku Brebes
tercinta, kota kecil penuh makna dengan berbagai kekurangan dan kelebihannya
yang harus ikut terkena imbas penyebaran virus Covid-19 yang cukup banyak berdampak di
segala lini.
Ya,
Covid-19 telah merubah hampir seluruh
tatanan hidup masyarakat kita, termasuk di dalamnya lingkungan pendidikan yang
kemudian harus menyesuaikan diri dengan program belajar online dengan berbagai
macam romantikanya dan sangat susah untuk di terapkan di sekolah pedesaan
seperti di sekolahku, yang hampir 80% penghasilan orang tuanya dari bertani dan
menganggap Handphone (HP) adalah
barang mewah yang tidak terlalu penting dalam kehidupan mereka.
Berbicara tentang Covid-19 memang tak pernah ada habisnya, bahkan sampai saat ini setelah kurang lebih 8 bulan Covid ada di Indonesia, dunia pendidikan seakan tak bisa berbuat banyak dengan maraknya perubahan yang terjadi di berbagai sisi kehidupan, dari banyaknya pabrik yang gulung tikar, pemutusan Hubungan Kerja (PHK) , perekonomian yang terasa mencekik bagi mereka yang papa, serta dunia pendidikan yang bersedih dengan menjamurnya generasi bangsa yang tak sedikit mengalami degradasi moral akibat ketergantungan tinggi pada benda kecil yang di sebut Handphone dengan berbagai efek buruknya.

